Kamis, 07 April 2016

Prinsip-prinsip ibadah dalam Islam



RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN
( R P P )

Status Pendidikan     :   MA Kapetakan Kabupaten Cirebon   
Mata pelajaran           :   Fiqih
Kelas / Semester       :   X / Ganjil
Program Keahlian      :  ...............
Alokasi Waktu            :   1 jam pelajaran ( 1 x 45 menit )
Standar kompetensi  :   1. Memahami prinsip-prinsip ibadah dan syari’at Islam
Kompetensi Dasar     :   1.1. Mengidentifi-kasi prinsip-prinsip ibadah dalam Islam 
A. Indikator :
Ø  Menjelaskan pengertian konsep ibadah dalam Islam.
Ø  Merumuskan prinsip-prinsip ibadah dalam Islam mengidentifikasi bahwa Al Qur’an kitab terakhir sebagai penyempurna kitab-kitab sebelumnya
Ø  Memecahkan masalah penyimpangan prinsip ibadah dalam kehidupan umat Islam
Ø  Menyimpulkan tentang Prinsip-prinsip ibadah dalam Islam

B. Tujuan Pembelajaran  :
Siswa mampu :
Ø  Menjelaskan pengertian konsep ibadah dalam Islam.
Ø  Merumuskan prinsip-prinsip ibadah dalam Islam mengidentifikasi bahwa Al Qur’an kitab terakhir sebagai penyempurna kitab-kitab sebelumnya
Ø  Memecahkan masalah penyimpangan prinsip ibadah dalam kehidupan umat Islam
Ø  Menyimpulkan tentang Prinsip-prinsip ibadah dalam Islam

v  Karakter siswa yang diharapkan :     Dapat dipercaya ( Trustworthines), Rasa hormat dan perhatian ( respect ), Tekun ( diligence ), Tanggung jawab ( responsibility ) Berani     ( courage ) dan Ketulusan ( Honesty )

C. Materi Pembelajaran : Prinsip-prinsip ibadah dalam Islam.
Prinsip Ibadah dalam Islam

Pengertian Ibadah
Ibadah adalah suatu istilah yang digunakan untuk setiap kata yang menunjukkan kepada sesuatu yang dicintai dan diridhai Allah. Semua hal yang dilakukan oleh manusia, dan hal itu diridhai serta dicintai oleh Allah, maka hal itu dinamakan ibadah. Jadi pengertian Ibadah itu adalah setiap isim yang menunjukkan kepada sesuatu yang dicintai dan diridai Allah.

Berikut pengertian ibadah menurut pendapat ulama :
Ibadah adalah taat kepada Allah dengan melaksanakan perintah-Nya melalui lisan para rasul-Nya.

Ibadah adalah merendahkan diri kepada Allah swt. yaitu tingkatan tunduk yang paling tinggi disertai dengan rasa kecintaan yang paling tinggi.
Ibadah adalah sebutan yang mencatat seluruh apa yang dicintai dan diridhai oleh Allah swt. baik berupa ucapan maupun permintaan baik yang zahir maupun yang batin.
Allah swt. berfirman dalam surat Az-Zariyat ayat 56 :
Artinya:  Dan aku tidak menciptakan jin dan manusia melainkan supaya mereka mengabdi kepada-Ku.

Macam-macam ibadah
Ø Ibadah hati adalah suatu ibadah yang dikerjakan oleh hati, misalnya perasaan khauf (takut kepada Allah), rasa mahabah (kecintaan), tawakal, raqbaq dan rahbah.
Ø Ibadah lisan dan hati adalah ucapan zikir, yaitu mengucapkan tahmid, tahlil, dan takbir.
Ø Ibadah badaniyah qobliyah (badan dan hati), misalnya ibadah salat, zakat, haji, jihad, qurban, dan lain sebagainya.

Prinsip ibadah yang benar
Allah swt, memerintahkan hamba-hamba-Nya untuk beribadah dengan ibadah yang sebaik-baiknya. Ibadah yang disyari’atkan oleh Allah swt. dibangun atas landasan yang kuat, yaitu sebagai berikut :

Ibadah itu bersifat tauqifiyah – adalah tidak ada sesuatu bentuk ibadah pun yang diisyaratkan, kecuali berdasarkan kepada Al-Qur’an dan Sunnah. Hanya Allah yang membuat syari’at tersebut. Allah swt. berfirman dalam surat Hud ayat 112 :
Artinya :  Maka tetaplah kamu pada jalan yang benar, sebagaimana diperintahkan kepadamu dan (juga) orang yang telah taubat beserta kamu dan janganlah kamu melampaui batas. Sesungguhnya Dia Maha melihat apa yang kamu kerjakan.

Ibadah yang tulus hanya kepada Allah harus bersih dari syirik – ibadah yang disertai dengan amalan syirik, walaupun hanya sedikit maka ibadah tersebut menjadi rusak. Allah swt. berfirman dalam surah Al-Kahfi ayat 110 :
Artinya :  Katakanlah: Sesungguhnya aku ini manusia biasa seperti kamu, yang diwahyukan kepadaku: "Bahwa Sesungguhnya Tuhan kamu itu adalah Tuhan yang Esa". Barangsiapa mengharap perjumpaan dengan Tuhannya, Maka hendaklah ia mengerjakan amal yang saleh dan janganlah ia mempersekutukan seorangpun dalam beribadat kepada Tuhannya".

Menjadikan Rasulullah sebagai teladan dan pembimbing dalam ibadah – hal ini merupakan perwujudan dari kalimat syahadat bahwa Rasulullah adalah utusan Allah yang akan menyampaikan apa-apa yang diperintahkan oleh Allah. Allah swt. berfirman dalam surat Al-Ahzab ayat
Artinya:  Sesungguhnya telah ada pada (diri) Rasulullah itu suri teladan yang baik bagimu (yaitu) bagi orang yang mengharap (rahmat) Allah dan (kedatangan) hari kiamat dan Dia banyak menyebut Allah.

Ibadah memiliki batas kadar dan waktu yang tidak boleh dilampaui – hal-hal yang dimaksud dalam permasalahan ini adalah ibadah haji yang ditentukan waktu pelaksanaannya, begitu juga masalah salat dan puasa pada bulan Ramadhan. Allah swt. berfirman dalam surat An-Nisa’ ayat 103 :
Artinya :  Maka apabila kamu telah menyelesaikan shalat(mu), ingatlah Allah di waktu berdiri, di waktu duduk dan di waktu berbaring. kemudian apabila kamu telah merasa aman, Maka dirikanlah shalat itu (sebagaimana biasa). Sesungguhnya shalat itu adalah fardhu yang ditentukan waktunya atas orang-orang yang beriman.

Ibadah harus dibangun atas dasar kecintaan, ketundukan, ketakutan, dan pengharapan kepada Allah swt.
Kewajiban ibadah tidak akan gugur bagi orang balig yang berakal sampai meninggal dunia. Allah swt. berfirman dalam surat Ali Imran ayat 102 :
Artinya :  Hai orang-orang yang beriman, bertakwalah kepada Allah sebenar-benar takwa kepada-Nya; dan janganlah sekali-kali kamu mati melainkan dalam Keadaan beragama Islam.

Perilaku Orang yang Berpegang Teguh pada Syariat Islam dan Prinsip Ibadah
Orang yang senantiasa berpegang teguh kepada syariat Islam dan prinsip ibadah, pasti akan mengatur seluruh hidupnya agar sesuai dengan apa yang disyari’atkan oleh agama Islam. Dalam setiap tingkah lakunya pun akan disunahkan ibadah kepada Allah serta mengerjakan apa yang Allah ridhai dan cintai dan tidak melakukan apa-apa yang dilarang oleh Allah dan tidak dicontohkan oleh Rasulullah saw.

D.  Metode Pembelajaran :
Ø  Ceramah
Ø  Tanya Jawab
Ø  Diskusi kelompok
Ø  Inkuiri
Ø  Pengamatan

E. Sumber Belajar :
Ø  Internet dan Intranet
Ø  Buku paket Penidikan Agama Islam kelas X
Ø  Buku buku yang relevan dengan materi yang diajarkan
Ø  LKS Fiqih
Ø  Al-Qur’an dan terjemahannya
Ø  Dll

F. Strategi Pembelajaran :
Tatap Muka
Ø  Menjelaskan pengertian konsep ibadah dalam Islam.
Ø  Merumuskan prinsip-prinsip ibadah dalam Islam mengidentifikasi bahwa Al Qur’an kitab terakhir sebagai penyempurna kitab-kitab sebelumnya
Terstruktur
Ø  Siswa menyebutkan pengertian konsep ibadah dalam Islam.
Ø  Siswa merumuskan prinsip-prinsip ibadah dalam Islam mengidentifikasi bahwa Al Qur’an kitab terakhir sebagai penyempurna kitab-kitab sebelumnya
Ø Siswa memecahkan masalah penyimpangan prinsip ibadah dalam kehidupan umat Islam
Ø Siswa menyimpulkan tentang Prinsip-prinsip ibadah dalam Islam

Mandiri
Ø  Siswa membiasakan mengamalkan prinsip-prinsip ibadah dalam Islam pada kehidupan sehari-hari.

G. Langkah-langkah pembelajaran :

Kegiatan
Waktu
Aspek life skill yang dikembangkan

Kegiatan Pendahuluan :
Apersepsi dan Motivasi :
Ø Memberikan salam dan memulai pelajaran dengan basmalah serta mengecek siswa yang tidak masuk.
Ø Memberikan apersepsi/ materi yang ada hubungan dengan materi yang diajarkan serta memberikan motivasi.
Ø Menyampaikan kompetensi  dari materi  yang akan diajarkan
Ø Menjelaskan tujuan yang ingin dicapai dari materi yang akan diajarkan

Kegiatan inti
Ø Guru menunjuk salah seorang siswa untuk menjelaskan    pengertian ibadah (eksplorasi)
Ø Siswa dan Siswa Edor membuka Al-Qur’an untuk mencari  dalil yang berkaitan dengan materi (eksplorasi)
Ø Siswa ditunjukkan dalil nakli tentang kewajiban ibadah ((eksplorasi)
Ø Siswa memabaca dalil nakli yang berkaitan dengan materi/yaitu ibadah (elaborasi)
Ø Guru menunjuk siswa untuk menjelaskan macam-macam ibadah (konfirmasi)
Ø Guru bertanya kepada siswa macam-macam ibadah khusus (Konfirmasi)
Ø Siswa mengidentifikasi prinsip-prinsip ibadah dalam Islam (elaborasi)


5 Menit




















30 Menit

Pemahaman Konsep











Kegiatan penutup.
Ø Mengadakan tanya jawab tentang prinsip-prinsip ibadah dalam Islam
Ø Guru merangkum materi yang baru saja diajarkan
Ø Guru menugaskan keada siswa mencari dail nakli yang berhubungan dengan ibadah
Ø Menutup pelajaran dengan membaca salam dan membaca hamdalah
10 Menit


H.  Penilaian :
Guru melakukan penilaian terhadap proses hasil belajar :
Teknik        :   tertulis (unjuk kerja, sikap, proyek, produk, forto folio, penilaian diri).
Bentuk       :   essay.
Instrumen  :

Indikator Pencapaian Kompetensi
Teknik Penilaian
Bentuk Penilaian
Contoh Instrumen
Ø Mampu Menjelaskan konsep ibadah dalam Islam
Tes tertulis

Isian

Ø Jelaskan konsep ibadah dalam Islam?
Ø Mampu Menjelaskan prinsip ibadah yang langsung kepada Allah dalam Islam
Tes tertulis

Isian

Ø Jelaskan prinsip ibadah yang langsung kepada Allah dalam Islam?
Ø Mampu Menjelaskan prinsip ketiadaan perantara dalam ibadah
Tes tertulis
Isian

Ø Jelaskan prinsip ketiadaan perantara dalam ibadah ?
Ø Mampu Menjelaskan tujuan ibadah
Tes tertulis
Isian
Ø Jelaskan tujuan ibadah ?
Ø Mampu Menjelaskan keterkaitan ibadah dengan budi pekerti
Tes tertulis

Isian
Ø Jelaskan keterkaitan ibadah dengan budi pekerti?

Kunci Jawaban :
1. Jelaskan konsep ibadah dalam Islam ?
Ø Ibadah adalah suatu istilah yang digunakan untuk setiap kata yang menunjukkan kepada sesuatu yang dicintai dan diridhai Allah. Semua hal yang dilakukan oleh manusia, dan hal itu diridhai serta dicintai oleh Allah, maka hal itu dinamakan ibadah.
Ø Ibadah itu adalah setiap isim yang menunjukkan kepada sesuatu yang dicintai dan diridai Allah.
Ø Jelaskan prinsip ibadah yang langsung kepada Allah dalam Islam?
Ø prinsip ibadah yang langsung kepada Allah dalam Islam
Ø Ibadah itu bersifat tauqifiyah – adalah tidak ada sesuatu bentuk ibadah pun yang diisyaratkan, kecuali berdasarkan kepada Al-Qur’an dan Sunnah. Hanya Allah yang membuat syari’at tersebut. Allah swt. berfirman dalam surat Hud ayat 112 :
Artinya :  Maka tetaplah kamu pada jalan yang benar, sebagaimana diperintahkan kepadamu dan (juga) orang yang telah taubat beserta kamu dan janganlah kamu melampaui batas. Sesungguhnya Dia Maha melihat apa yang kamu kerjakan.

2. Jelaskan prinsip ketiadaan perantara dalam ibadah ?
Ibadah yang tulus hanya kepada Allah harus bersih dari syirik – ibadah yang disertai dengan amalan syirik, walaupun hanya sedikit maka ibadah tersebut menjadi rusak. Allah swt. berfirman dalam surah Al-Kahfi ayat 110:
Artinya :  Katakanlah: Sesungguhnya aku ini manusia biasa seperti kamu, yang diwahyukan kepadaku: "Bahwa Sesungguhnya Tuhan kamu itu adalah Tuhan yang Esa". Barangsiapa mengharap perjumpaan dengan Tuhannya, Maka hendaklah ia mengerjakan amal yang saleh dan janganlah ia mempersekutukan seorangpun dalam beribadat kepada Tuhannya".

3. Jelaskan tujuan ibadah ?
Orang yang senantiasa berpegang teguh kepada syariat Islam dan prinsip ibadah, pasti akan mengatur seluruh hidupnya agar sesuai dengan apa yang disyari’atkan oleh agama Islam. Dalam setiap tingkah lakunya pun akan disunahkan ibadah kepada Allah serta mengerjakan apa yang Allah ridhai dan cintai dan tidak melakukan apa-apa yang dilarang oleh Allah dan tidak dicontohkan oleh Rasulullah saw.

Jelaskan keterkaitan ibadah dengan budi pekerti?
Keterkaitan ibadah dengan budi pekerti sangat berhubungan erat sekali karena Ibadah dan budi pekerti harus dibangun atas dasar kecintaan, ketundukan, ketakutan, dan pengharapan kepada Allah swt.

I. Penilaian
Guru melakukan penilaian terhadap proses hasil belajar :
Teknik        :   tertulis (unjuk kerja, sikap, proyek, produk, forto folio, penilaian diri).
Bentuk       :   pilihan ganda.
Instrumen  :

I. Pilihlah jawaban a,b,c,d, atau e pada jawaban yang benar !
1. Ibadah menurut bahasa adalah .....................
a. Membaca dan menulis
d. Merendahkan diri dan tunduk       
c. Percaya
d. Berbuat dan beramal  
e. Patuh dan taat terhadap apa pun
2. Berikut ini yang bukan pengertian ibadah menurut istilah adalah ...........
a. Taat kepada Allah dengan melaksanakan segala perintah-Nya yang disampaikan melalui Rasul.
b. Merendahkan diri kepada Allah, tunduk yang disertai dengan kecintaan yang paling tinggi.
c. Sebutan untuk seluruh nama yang dicintai oleh Allah dan diridhai-Nya.
d. Ucapan, perbuatan yang zahir dan batin yang dicintai oleh Allah.
e. Perbuatan iman kepada Allah dengan disertai syirik kepada-Nya.
3  Khauf atau perasaan takut merupakan salah satu bentuk ibadah yang dilakukan oleh ..........
a. Hati                                          d. Anggota badan       
b. Anggota badan dan hati           e. Hati dan lisan
c. Lisan                                       
4. Maksud dari ibadah bersifat tauqifiyah adalah ............... 
a. Ibadah itu statis
b. Ibadah harus berdasarkan Al-Qur’an dan hadits, bukan yang lainnya.
c. Ibadah itu dinamis      
d. Ibadah berdasarkan keputusan guru
e. Hukum ibadah ditentukan oleh ulama
5. Ibadah yang ditentukan kadarnya adalah ....................
    a. Shalat                                        d. Puasa    
    b. Haji                                            e. Sedekah
    c.  Zakat                                                 

Kunci Jawaban :
D
B
A
B
C

Skor Penilaian :

Setiap item bernilai 5
  x 100   =   ....................  


Analisis Penilaian Hasil Belajar
No.
Nama Siswa
KKM
T/B
Remedial
Ket
No.
Nama
1
2
3

1.



1.





2.



2.





3.



3.






Ø Merencanakan kegiatan tindak lanjut, remedial, pengayaan, memberikan tugas (mandiri terstruktur dan mandiri tidak terstruktur) kelompok/ Individu.
Ø  Menyampaikan rencana pembelajaran pada pertemuan yang akan datang.
Ø  Menyampaikan pesan moral.
         

         
            Suranenggala, …………………. 20..
Mengetahui :
Kepala MA Kapetakan,                               Guru Bidang Studi Fiqih,




Yusuf, S.Pd.I                                              Drs. Ahmad, MM.Pd
             NIP.-                                                           NIP.-





Tidak ada komentar:

Posting Komentar