RENCANA
PELAKSANAAN PEMBELAJARAN
( R P P )
Status Pendidikan : MA
Kapetakan Kabupaten Cirebon
Mata pelajaran : Fiqih
Kelas / Semester : X
/ Ganjil
Program Keahlian : ...............
Alokasi Waktu : 1
jam pelajaran ( 1 x 45 menit )
Standar kompetensi : 1. Memahami prinsip-prinsip ibadah dan syari’at
Islam
Kompetensi Dasar : 1.1. Mengidentifi-kasi prinsip-prinsip ibadah dalam Islam
A. Indikator :
Ø Menjelaskan
pengertian konsep ibadah dalam Islam.
Ø
Merumuskan prinsip-prinsip ibadah dalam Islam mengidentifikasi bahwa Al Qur’an kitab terakhir sebagai penyempurna
kitab-kitab sebelumnya
Ø
Memecahkan masalah
penyimpangan prinsip ibadah dalam kehidupan umat Islam
Ø Menyimpulkan
tentang Prinsip-prinsip ibadah dalam
Islam
B. Tujuan Pembelajaran :
Siswa
mampu :
Ø Menjelaskan
pengertian konsep ibadah dalam Islam.
Ø
Merumuskan prinsip-prinsip ibadah dalam Islam mengidentifikasi bahwa Al Qur’an kitab terakhir sebagai penyempurna
kitab-kitab sebelumnya
Ø
Memecahkan masalah
penyimpangan prinsip ibadah dalam kehidupan umat Islam
Ø Menyimpulkan
tentang Prinsip-prinsip ibadah dalam
Islam
v Karakter
siswa yang diharapkan : Dapat
dipercaya ( Trustworthines), Rasa hormat dan perhatian ( respect ), Tekun ( diligence
), Tanggung jawab ( responsibility )
Berani ( courage ) dan
Ketulusan ( Honesty )
C. Materi Pembelajaran : Prinsip-prinsip ibadah dalam Islam.
Prinsip Ibadah dalam
Islam
Pengertian
Ibadah
Ibadah adalah suatu
istilah yang digunakan untuk setiap kata yang menunjukkan kepada sesuatu yang
dicintai dan diridhai Allah. Semua
hal yang dilakukan oleh manusia, dan hal itu diridhai serta dicintai oleh
Allah, maka hal itu dinamakan ibadah. Jadi pengertian Ibadah itu adalah setiap isim yang
menunjukkan kepada sesuatu yang dicintai dan diridai Allah.
Berikut
pengertian ibadah menurut pendapat ulama :
Ibadah
adalah taat kepada Allah dengan melaksanakan perintah-Nya melalui lisan para
rasul-Nya.
Ibadah
adalah merendahkan diri kepada Allah swt. yaitu tingkatan tunduk yang paling
tinggi disertai dengan rasa kecintaan yang paling tinggi.
Ibadah
adalah sebutan yang mencatat seluruh apa yang dicintai dan diridhai oleh Allah
swt. baik berupa ucapan maupun permintaan baik yang zahir maupun yang batin.
Allah swt.
berfirman dalam surat Az-Zariyat ayat 56 :
Artinya: Dan
aku tidak menciptakan jin dan manusia melainkan supaya mereka mengabdi
kepada-Ku.
Macam-macam ibadah
Ø
Ibadah hati adalah suatu ibadah yang dikerjakan oleh
hati, misalnya perasaan khauf (takut kepada Allah), rasa mahabah (kecintaan),
tawakal, raqbaq dan rahbah.
Ø
Ibadah lisan dan hati adalah ucapan zikir, yaitu
mengucapkan tahmid, tahlil, dan takbir.
Ø
Ibadah badaniyah qobliyah (badan dan hati), misalnya
ibadah salat, zakat, haji, jihad, qurban, dan lain sebagainya.
Prinsip ibadah yang benar
Allah swt,
memerintahkan hamba-hamba-Nya untuk beribadah dengan ibadah yang
sebaik-baiknya. Ibadah yang disyari’atkan oleh Allah swt. dibangun atas
landasan yang kuat, yaitu sebagai berikut :
Ibadah itu
bersifat tauqifiyah – adalah tidak ada sesuatu bentuk ibadah pun yang
diisyaratkan, kecuali berdasarkan kepada Al-Qur’an dan Sunnah. Hanya Allah yang
membuat syari’at tersebut. Allah swt. berfirman dalam surat Hud ayat 112 :
Artinya
: Maka tetaplah kamu pada jalan yang
benar, sebagaimana diperintahkan kepadamu dan (juga) orang yang telah taubat
beserta kamu dan janganlah kamu melampaui batas. Sesungguhnya Dia Maha melihat
apa yang kamu kerjakan.
Ibadah
yang tulus hanya kepada Allah harus bersih dari syirik – ibadah yang disertai
dengan amalan syirik, walaupun hanya sedikit maka ibadah tersebut menjadi
rusak. Allah swt. berfirman dalam surah Al-Kahfi ayat 110 :
Artinya : Katakanlah: Sesungguhnya aku ini manusia biasa
seperti kamu, yang diwahyukan kepadaku: "Bahwa Sesungguhnya Tuhan kamu itu
adalah Tuhan yang Esa". Barangsiapa mengharap perjumpaan dengan Tuhannya,
Maka hendaklah ia mengerjakan amal yang saleh dan janganlah ia mempersekutukan
seorangpun dalam beribadat kepada Tuhannya".
Menjadikan
Rasulullah sebagai teladan dan pembimbing dalam ibadah – hal ini merupakan
perwujudan dari kalimat syahadat bahwa Rasulullah adalah utusan Allah yang akan
menyampaikan apa-apa yang diperintahkan oleh Allah. Allah swt. berfirman dalam
surat Al-Ahzab ayat
Artinya: Sesungguhnya telah ada pada (diri) Rasulullah
itu suri teladan yang baik bagimu (yaitu) bagi orang yang mengharap (rahmat)
Allah dan (kedatangan) hari kiamat dan Dia banyak menyebut Allah.
Ibadah
memiliki batas kadar dan waktu yang tidak boleh dilampaui – hal-hal yang
dimaksud dalam permasalahan ini adalah ibadah haji yang ditentukan waktu pelaksanaannya,
begitu juga masalah salat dan puasa pada bulan Ramadhan. Allah swt. berfirman
dalam surat An-Nisa’ ayat 103 :
Artinya : Maka apabila kamu telah menyelesaikan
shalat(mu), ingatlah Allah di waktu berdiri, di waktu duduk dan di waktu
berbaring. kemudian apabila kamu telah merasa aman, Maka dirikanlah shalat itu
(sebagaimana biasa). Sesungguhnya shalat itu adalah fardhu yang ditentukan
waktunya atas orang-orang yang beriman.
Ibadah
harus dibangun atas dasar kecintaan, ketundukan, ketakutan, dan pengharapan
kepada Allah swt.
Kewajiban
ibadah tidak akan gugur bagi orang balig yang berakal sampai meninggal dunia.
Allah swt. berfirman dalam surat Ali Imran ayat 102 :
Artinya : Hai orang-orang yang beriman, bertakwalah
kepada Allah sebenar-benar takwa kepada-Nya; dan janganlah sekali-kali kamu
mati melainkan dalam Keadaan beragama Islam.
Perilaku Orang yang
Berpegang Teguh pada Syariat Islam dan Prinsip Ibadah
Orang yang
senantiasa berpegang teguh kepada syariat Islam dan prinsip ibadah, pasti akan
mengatur seluruh hidupnya agar sesuai dengan apa yang disyari’atkan oleh agama
Islam. Dalam setiap tingkah lakunya pun akan disunahkan ibadah kepada Allah
serta mengerjakan apa yang Allah ridhai dan cintai dan tidak melakukan apa-apa
yang dilarang oleh Allah dan tidak dicontohkan oleh Rasulullah saw.
D. Metode Pembelajaran :
Ø Ceramah
Ø Tanya Jawab
Ø Diskusi kelompok
Ø Inkuiri
Ø Pengamatan
E. Sumber Belajar :
Ø Internet dan Intranet
Ø Buku paket Penidikan Agama Islam kelas X
Ø Buku buku yang relevan dengan materi yang diajarkan
Ø LKS Fiqih
Ø Al-Qur’an dan terjemahannya
Ø Dll
F. Strategi
Pembelajaran :
Tatap Muka
Ø Menjelaskan
pengertian konsep ibadah dalam Islam.
Ø
Merumuskan prinsip-prinsip ibadah dalam Islam mengidentifikasi bahwa Al Qur’an kitab terakhir sebagai penyempurna kitab-kitab
sebelumnya
Terstruktur
Ø Siswa
menyebutkan pengertian konsep ibadah dalam Islam.
Ø
Siswa merumuskan prinsip-prinsip ibadah dalam Islam mengidentifikasi bahwa Al Qur’an kitab terakhir sebagai penyempurna
kitab-kitab sebelumnya
Ø
Siswa memecahkan masalah
penyimpangan prinsip ibadah dalam kehidupan umat Islam
Ø Siswa menyimpulkan tentang Prinsip-prinsip ibadah dalam Islam
Mandiri
Ø Siswa membiasakan mengamalkan prinsip-prinsip ibadah dalam Islam pada
kehidupan sehari-hari.
G. Langkah-langkah
pembelajaran :
Kegiatan
|
Waktu
|
Aspek life skill yang dikembangkan
|
Kegiatan Pendahuluan :
Apersepsi dan
Motivasi :
Ø Memberikan salam dan memulai pelajaran dengan basmalah serta
mengecek siswa yang tidak masuk.
Ø Memberikan apersepsi/ materi yang ada hubungan dengan materi yang
diajarkan serta memberikan motivasi.
Ø Menyampaikan kompetensi dari
materi yang akan diajarkan
Ø Menjelaskan tujuan yang ingin dicapai dari materi yang akan diajarkan
Kegiatan inti
Ø Guru menunjuk salah seorang siswa untuk menjelaskan pengertian ibadah (eksplorasi)
Ø Siswa dan Siswa Edor membuka Al-Qur’an untuk mencari dalil yang berkaitan dengan materi
(eksplorasi)
Ø Siswa ditunjukkan dalil nakli tentang kewajiban ibadah ((eksplorasi)
Ø Siswa memabaca dalil nakli yang berkaitan dengan materi/yaitu ibadah
(elaborasi)
Ø Guru menunjuk siswa untuk menjelaskan macam-macam ibadah (konfirmasi)
Ø Guru bertanya kepada siswa macam-macam ibadah khusus (Konfirmasi)
Ø Siswa mengidentifikasi prinsip-prinsip ibadah dalam Islam (elaborasi)
|
5 Menit
30 Menit
|
Pemahaman
Konsep
|
Kegiatan penutup.
Ø Mengadakan tanya jawab tentang prinsip-prinsip ibadah dalam Islam
Ø Guru merangkum materi yang baru saja diajarkan
Ø Guru menugaskan keada siswa mencari dail nakli yang berhubungan dengan
ibadah
Ø Menutup pelajaran dengan membaca salam dan membaca hamdalah
|
10 Menit
|
H. Penilaian
:
Guru melakukan penilaian terhadap proses hasil belajar :
Teknik : tertulis (unjuk kerja, sikap, proyek, produk,
forto folio, penilaian diri).
Bentuk : essay.
Instrumen :
Indikator Pencapaian Kompetensi
|
Teknik Penilaian
|
Bentuk Penilaian
|
Contoh Instrumen
|
Ø Mampu Menjelaskan konsep ibadah dalam Islam
|
Tes tertulis
|
Isian
|
Ø Jelaskan konsep ibadah dalam Islam?
|
Ø Mampu Menjelaskan prinsip ibadah yang langsung kepada Allah
dalam Islam
|
Tes tertulis
|
Isian
|
Ø Jelaskan prinsip ibadah yang langsung kepada Allah dalam Islam?
|
Ø Mampu Menjelaskan prinsip ketiadaan perantara dalam ibadah
|
Tes tertulis
|
Isian
|
Ø Jelaskan prinsip ketiadaan perantara dalam ibadah ?
|
Ø Mampu Menjelaskan tujuan ibadah
|
Tes tertulis
|
Isian
|
Ø Jelaskan tujuan ibadah ?
|
Ø
Mampu Menjelaskan keterkaitan
ibadah dengan budi pekerti
|
Tes tertulis
|
Isian
|
Ø
Jelaskan keterkaitan ibadah dengan budi pekerti?
|
Kunci Jawaban :
1. Jelaskan konsep ibadah dalam Islam ?
Ø Ibadah adalah suatu
istilah yang digunakan untuk setiap kata yang menunjukkan kepada sesuatu yang
dicintai dan diridhai Allah. Semua
hal yang dilakukan oleh manusia, dan hal itu diridhai serta dicintai oleh
Allah, maka hal itu dinamakan ibadah.
Ø Ibadah itu
adalah setiap isim yang menunjukkan kepada sesuatu yang dicintai dan diridai
Allah.
Ø Jelaskan prinsip ibadah yang langsung kepada Allah dalam Islam?
Ø prinsip
ibadah yang langsung kepada Allah dalam Islam
Ø Ibadah itu
bersifat tauqifiyah – adalah tidak ada sesuatu bentuk ibadah pun yang diisyaratkan,
kecuali berdasarkan kepada Al-Qur’an dan Sunnah. Hanya Allah yang membuat
syari’at tersebut. Allah swt. berfirman dalam surat Hud ayat 112 :
Artinya
: Maka tetaplah kamu pada jalan yang
benar, sebagaimana diperintahkan kepadamu dan (juga) orang yang telah taubat
beserta kamu dan janganlah kamu melampaui batas. Sesungguhnya Dia Maha melihat
apa yang kamu kerjakan.
2. Jelaskan prinsip ketiadaan perantara dalam ibadah ?
Ibadah
yang tulus hanya kepada Allah harus bersih dari syirik – ibadah yang disertai
dengan amalan syirik, walaupun hanya sedikit maka ibadah tersebut menjadi
rusak. Allah swt. berfirman dalam surah Al-Kahfi ayat 110:
Artinya : Katakanlah: Sesungguhnya aku ini manusia biasa
seperti kamu, yang diwahyukan kepadaku: "Bahwa Sesungguhnya Tuhan kamu itu
adalah Tuhan yang Esa". Barangsiapa mengharap perjumpaan dengan Tuhannya,
Maka hendaklah ia mengerjakan amal yang saleh dan janganlah ia mempersekutukan
seorangpun dalam beribadat kepada Tuhannya".
3. Jelaskan tujuan ibadah ?
Orang yang
senantiasa berpegang teguh kepada syariat Islam dan prinsip ibadah, pasti akan
mengatur seluruh hidupnya agar sesuai dengan apa yang disyari’atkan oleh agama
Islam. Dalam setiap tingkah lakunya pun akan disunahkan ibadah kepada Allah
serta mengerjakan apa yang Allah ridhai dan cintai dan tidak melakukan apa-apa
yang dilarang oleh Allah dan tidak dicontohkan oleh Rasulullah saw.
Jelaskan keterkaitan ibadah dengan budi pekerti?
Keterkaitan
ibadah dengan budi pekerti sangat berhubungan erat sekali karena Ibadah dan budi pekerti
harus dibangun atas dasar kecintaan, ketundukan, ketakutan, dan pengharapan
kepada Allah swt.
I. Penilaian
Guru melakukan penilaian terhadap proses hasil belajar :
Teknik : tertulis (unjuk kerja, sikap, proyek, produk,
forto folio, penilaian diri).
Bentuk : pilihan ganda.
Instrumen :
I. Pilihlah jawaban a,b,c,d, atau e pada jawaban yang benar !
1. Ibadah menurut bahasa adalah
.....................
a. Membaca dan menulis
d. Merendahkan diri dan tunduk
c. Percaya
d. Berbuat dan beramal
e. Patuh dan taat terhadap apa pun
2. Berikut ini yang bukan pengertian
ibadah menurut istilah adalah ...........
a. Taat kepada Allah dengan
melaksanakan segala perintah-Nya yang disampaikan melalui Rasul.
b. Merendahkan diri kepada Allah,
tunduk yang disertai dengan kecintaan yang paling tinggi.
c. Sebutan untuk seluruh nama yang
dicintai oleh Allah dan diridhai-Nya.
d. Ucapan, perbuatan yang zahir dan
batin yang dicintai oleh Allah.
e. Perbuatan iman kepada Allah dengan
disertai syirik kepada-Nya.
3 Khauf atau perasaan takut merupakan
salah satu bentuk ibadah yang dilakukan oleh ..........
a. Hati d.
Anggota badan
b. Anggota badan dan hati e. Hati
dan lisan
c. Lisan
4. Maksud dari ibadah bersifat
tauqifiyah adalah ...............
a. Ibadah itu statis
b. Ibadah harus berdasarkan Al-Qur’an dan hadits, bukan yang lainnya.
c. Ibadah itu dinamis
d. Ibadah berdasarkan keputusan guru
e. Hukum ibadah ditentukan oleh ulama
5. Ibadah yang ditentukan kadarnya
adalah ....................
a. Shalat d.
Puasa
b. Haji e.
Sedekah
c. Zakat
Kunci Jawaban :
D
B
A
B
C
Skor
Penilaian :
Setiap
item bernilai 5
Analisis
Penilaian Hasil Belajar
No.
|
Nama
Siswa
|
KKM
|
T/B
|
Remedial
|
Ket
|
||||
No.
|
Nama
|
1
|
2
|
3
|
|||||
1.
|
1.
|
||||||||
2.
|
2.
|
||||||||
3.
|
3.
|
||||||||
Ø Merencanakan
kegiatan tindak lanjut, remedial, pengayaan, memberikan tugas (mandiri
terstruktur dan mandiri tidak terstruktur) kelompok/ Individu.
Ø
Menyampaikan rencana pembelajaran pada pertemuan yang
akan datang.
Ø
Menyampaikan pesan moral.
Suranenggala, …………………. 20..
Mengetahui
:
Kepala
MA Kapetakan, Guru
Bidang Studi Fiqih,
Yusuf, S.Pd.I Drs.
Ahmad, MM.Pd
NIP.- NIP.-
Tidak ada komentar:
Posting Komentar